Trik Lancar dan PD Menyetir Mobil Untuk Kaum Hawa
Trik Lancar dan PD Menyetir Mobil Untuk Kaum Hawa
Setelah sekian lama vakum, tetiba saya kepingin sekali nengokin blok saya yang akan telah hampir usang ini(hiiiii...bingung kan). Baiklah, namanya juga nengokin, jadi ya nulis yang ringan-ringan saja ya gaesss...
Ibu-ibu sering kali merasa sudah puluhan kali belajar menyetir tapi tetap saja merasa tidak PD untuk berkendara di jalanan. Yang ada di pikiran kita bejibun, bener gak...?Antara takut, khawatir nabrak, cemas kalau ketemu jalanan yang menanjak, keringet dingin yang membasahi wajah manakala tiba-tiba berhenti di lampu merah dengan tanjakan, atau mendadak tremor lihat parkiran yang penuh, pengen ke mall sendirian tapi membayangkan parkiran di mall yang berkelok-kelok...banyak yah?
Sabar ibu-ibu, konon kekhawatiran atau kebaperan kita itu justru yang membuat frekuensi kecelakaan yang dialami pengemudi wanita malah lebih sedikit. Iya, dengan kita banyak mikir, banyak khawatir biasanya membuat kita jadi ekstra hati-hati loh di jalanan. Ibu-ibu juga tahu kan kalau yang biasa ngegas di jalanan siapa, yang lebih sering pencet-pencet klakson siapa, yang sering merasa gusar kalau kendaraan kita diasapin sama pengemudi lain siapa, bapak-bapak kan?Kita mah biasanya karena merasa belum ekspert dan itu tadi lebih banyak mikirnya jadi biasanya lebih bisa menahan diri jika di jalanan, lebih safety riding gitu loh.
Nah, kalau sudah tau kelebihan dan kelemahan pengemudi perempuan ayoklah buang keraguannya, inget ya buk kalau tiba-tiba suami pas tidak di rumah, hujan deras, jalanan becek, anak sedang tidak enak badan, masak mobilnya juga masih "nyaman" tetap di garasi, keluarkan, kendarai buk!
Masih ragu?Sembilan puluh persen penyebab wanita tidak lekas menjadi ekspert dalam hal menyetir salah satunya karena ragu-ragu, jadi hilangkan ya...Sedikit cerita dari saya nih, saya belajar menyetir dari anak kedua saya berusia 4 bulan, sekitar tahun 2010 akhir. Saya mengambil kelas singkat, karena prinsip saya waktu itu yang penting saya bisa basicnya, setelah itu bisa belajar sama suami. Kenyataannya, meski sudah tahu basic dari kursus setir mobil ternyata drama belajar nyetir dengan suami sendiri pun tetap ada.(Jadi ini tips kedua ya selain menghilangkan ragu-ragu, belajarlah pada ahlinya, jangan sama suami!) Drama?? Iya drama, jadi seorang suami yang mengajari istri nyetir itu entah karena rasa sayangnya yang berlebihan, atau khawatir mobilnya lecet2😅 yang pasti mereka biasanya jadi lebih "galak" dari macan...wkwkkk...serius, ini bukan hanya pengalaman saya pribadi, sampling beberapa teman saya yang belajar nyetir dengan suaminya juga mengalami "drama" itu. Akhirnya saya pun mutung alias ngambek alias tidak mau belajar nyetir lagi selama setahun. Tapi karena pada dasarnya rasa kepengen saya jauh lebih tinggi akhirnya di akhir tahun 2011 saya mencoba lagi belajar nyetir. Kali ini saya menggandeng ponakan saya yang sudah cukup mahir dalam menyetir. Karena ponakan itu bukan suami (jelaslah...) acara belajar menyetir pun berjalan lancar dan aman dari drama. Waktu itu saya sekali langsung diajak ke Stadion Maguwoharjo, kami muter beberapa kali. Dan ajaib, rasa kepercayaan diri saya meningkat sejak sore itu. Akhirnya setelah sore itu saya setiap hari minggu mencoba menyetir yang deket-deket rumah aja. Ke rumah ibu saya tentu jadi agenda tersering. Dan itu berlangsung sepanjang tahun 2012. Pernah sekali saya bawa ke kantor ketika hujan lebat, aman dan lancar. Tapi anehnya, setiap kali pertama menyetir rasa mual, deg-degan itu masih saja ada. Rupanya meski sudah ada peningkatan tetap saja saya masih dilanda kekhawatiran jika menyetir apalagi kalau jarak jauh. Tahun 2014 adalah fase kemunduran saya dalam hal menyetir. Karena sesuatu hal mobil kami ditukar dengan mobil mertua. Sambil pelan-pelan menunggu mobil itu laku dijual. Karena ada rencana dijual saya malah tidak berani lagi membawa mobil itu. Jadi sepanjang tahun itu saya tak pernah lagi memegang kemudi setir, saya takut mobil akan lecet terus bikin mobil jadi susah untuk dijual. Padahal mobil lecet karena pemakaian sebenarnya normal-normal saja ya...hehehee..Akhirnya di penghujung tahun 2014 kabar baik pun datang. Atas ijinNya kami dapat membeli mobil yang telah lama kami idam-idamkan...Langsung berani menyetir lagi? Hahahaaa... tentu saja tidak, kalau kemarin-kemarin takut lecet karena mobil mau dijual, kali itu takut lecet karena mobilnya masih baru...wkwkkkk. Baru setelah plat resminya jadi saya kembali berani menyetir, tak tanggung-tanggung...kala itu suami langsung kasih instruksi buat jemput anak saya di kawasan Condong catur, bayangin ibu-ibu, rumah saya di Prambanan, wow...horor deh kalau ingat kala itu. Tapi karena berbekal the power of nekat, saya pun tetap menjemput anak saya. Kalau ingat waktu itu jadi senyum-senyum sendiri, saya parkir jauhhh dari sekolah anak saya. Karena saya masih grogi kalau ada yang memberi aba-aba, campur malu dll. Itu terjadi beberapa kali ketika saya awal-awal saya menjemput.
Gimana ibu-ibu, cerita saya lucu kan? Atau kepanjangan,heheheee..Baiklah, intinya gini, biar lebih PD menyetir cobain deh tips berikut :
1. Niat kuat
2. PD
3. Harus PD
4. Benar-benar PD
5. Yakin PD
6. Nekat(karena sesungguhnya tanpa itu niat kita akan gampang runtuh)
7. Cuek(cuek kalau diklakson2, cuek kalau dibilang belum bisa nyopir, cuek kalau diomelin suami, cuek kalau terpaksa mobil lecet, cuek kalau tiba-tiba mesin mati di jalan....kalau yang ini lebih ke cuek tapi tenang..hihihiii)
8. Lakukan segera
Oke, segitu dulu ya cerita saya tentang pengalaman belajar menyetir, saya sih berharap ibu-ibu tak perlu waktu selama saya untuk menjadi PD dalam hal menyetir, adek saya karena the power of nekat dalam hitungan bulan sudah melanglang buana ke mall di seantero Jogjah...Jangan kalah ya bukkk.
Next time, kita sharing lagi ya.
Comments
Post a Comment